Manfaat Daun Mimba Untuk Mengatasi Dermatitis

Bila tengah gatal, Budhi Setyawan cuma bisa menggaruk-garuk permukaan kulit. Walau sebenarnya, dalam satu hari minimum 3 kali gatal menyerang. Mengakibatkan kulitnya terluka serta memunculkan warna hitam seperti sisa cacar air. Sebelumnya Budhi menyangka, gatal-gatal akan hilang beberapa waktu. Akan tetapi, satu pekan berlalu gatal-gatal di sekujur badan itu tidak kunjung reda.

Daun Mimba

Itu yang mengakibatkan Budhi berkunjung ke dokter di Bintaro, Tangerang Selatan, Propinsi Banten. Sesudah mengecek, dokter menganalisis Budhi positif dermatitis. Menurut dr Prapti Utami, herbalis dari Klinik Evergreen, Bintaro, Tangerang Selatan, dermatitis atau eksem berbentuk kulit yang meradang serta iritasi bisa muncul dibagian badan manakah saja. Akan tetapi, umumnya tanda-tanda berbentuk kulit kemerahan terlihat di muka, lutut, tangan, serta kaki.

Tanda-tanda itu berwarna merah muda pada seorang berkulit putih; pada seorang berkulit hitam, lebih gelap. Beberapa pakar kesehatan belumlah setuju masalah pemicu dermatitis. Akan tetapi, mereka mencurigai skema imunitas badan yang bekerja terlalu berlebih. Flu dapat juga menyebabkan dermatitis serta stres jadi memperburuk tanda-tanda serangan. Sebab sangat banyak pencetus dermatitis hingga penyakit kulit itu susah terselesaikan.

Penyebab keropos

Untuk menangani dermatitis, dokter memberi resep beberapa obat. Selesai konsumsi obat-obatan itu, gatal-gatal memang hilang. Akan tetapi jika obat sudah habis, jadi gatal muncul lagi. Mengakibatkan Budhi bergantung pada obat-obatan kimia itu. ‘Seminggu sekali saya mesti ke dokter lagi untuk memperoleh obat-obatan,’ kata bekas karyawan satu bank asing itu.

Celakanya, obat-obatan itu menyebabkan tulang keropos. Lagi juga sesudah teratur konsumsi saat lebih dari satu tahun, pertanda kesembuhan tidak juga muncul. Oleh karenanya Budhi hentikan mengkonsumsi obat-obatan dari dokter pada Februari 2010. Dokter lalu merekomendasikan supaya Budhi menjumpai dr Prapti Utami yang memberi resep herbal pada beberapa pasien.

Pada Maret 2010 Budhi menjumpai dr Prapti Utami. ‘Pada masalah Budhi, dermatitis muncul jika ia ada ditempat bersuhu hawa tinggi, contohnya dibawah cahaya matahari langsung,’ kata dr Prapti. Ia juga mengecheck kandungan gula darah Budhi yang akhirnya 180 mg/dl; kandungan normal 60 – 120 mg/dl. Prapti Utami menyampaikan jika kandungan gula darah yang bertambah juga menyebabkan dermatitis.

Dokter Asep Saepul Rohmat Sp PD, dokter spesialis penyakit dalam di Rumahsakit Pertamina, Jakarta juga memiliki pendapat seirama. Kenaikan kandungan gula darah karena masalah metabolisme dengan akut pada pankreas. Pengeluaran insulin menyusut serta manfaat insulin alami penurunan menyebabkan kenaikan kandungan gula darah. ‘Penyakit diabetes mellitus tidak mengakibatkan dermatitis, tapi mempermudah kulit terserang alergi,’ kata Rohmat. Dibawah permukaan kulit terdapat banyak kapiler-kapiler darah. Gula dalam darah adalah makanan enak buat bakteri penyebab alergi kulit.

Daun mimba

Prapti memberi resep kapsul berisi ekstrak daun mimba Azadiachta indica. Ia menyarankan pasien dermatitis itu untuk konsumsi 1 kapsul 3 kali satu hari. Diluar itu dokter alumnus Kampus Diponegoro, Semarang itu juga memberi resep daun mimba kering untuk mandi. Budhi merebus 400 gr daun mimba kering dalam dua liter air sampai mendidih. Pria 56 tahun itu manfaatkan hasil rebusan untuk mandi 2 kali satu hari sesudah ia menyaringnya.

Dalam 3 bulan ia rasakan pergantian. Gatal-gatal mulai menyusut intensitasnya. Sesudah 5 bulan teratur konsumsi kapsul mimba serta mandi daun mimba, Budhi tidak lagi rasakan gatal-gatal di kulit badan. Badannya berasa lebih fit walau ia ada ditempat yang panas. ‘Efek obat herbal memang tidak secepat obat kimia, tetapi khasiatnya lebih bertahan lama dibanding obat kimia,’ kata Budhi. Sekarang ini kulit Budhi kembali sembuh. Bekas-bekas luka yang menghitam mulai terlihat menghilang.

‘Sekarang saya bisa ada di ruang yang suhunya panas tak perlu takut penyakit saya kambuh lagi,’ tutur Budhi. Berat badan juga naik jadi 54 kg dari mulanya 47 kg. Walau demikian, ia masih konsumsi ekstrak mimba dengan teratur untuk ketahanan badan yang sehat. Menurut dr Prapti Utami, mimba begitu bermanfaat menjadi antibakteri sebab mempunyai senyawa azadirachtin yang bertindak menjadi antibakteri serta antiparasit.

Senyawa azadirachtin ada di semua sisi tanaman obat anggota famili Meliaceae itu. Akan tetapi, kandungan azadirachtin paling tinggi ada dalam biji. Zat aktif itu yang berbentuk antibakteri seperti Salmonella thyposa serta Salmonella aureus seperti hasil penelitian Ambarwati dari Fakultas Kedokteran Kampus Muhammadiyah Surakarta.

Periset itu memakai rendaman serbuk biji mimba berkonsentrasi 0% (kontrol), 10,5%, 11,5%, 12,5%, 13,5%, 14,55, serta 15,5%. Hasil riset menunjukkan jika konsentrasi efisien rendaman serbuk biji mimba ialah 12,5% untuk menghalangi bakteri. Diameter ruang kendala pada S. thyposa sebesar 18,67 mm; S. aureus, sampai 19,67 mm. Ambarwati menyampaikan kandungan senyawa aktif dalam serbuk biji mimba ialah saponin serta flavonoid.

Penelitian ilmiah itu menunjukkan jika mimba manjur menangani dermatitis atau obat gatal kulit. Menurut Departemen Kesehatan, prevalensi penyakit dermatitis sampai 1.406 orang pada 2009. Daun kerabat mahoni itu jadi salah satunya pilihan untuk menangani penyakit kulit seperti pengalaman Budhi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *